J.A.T. template series was designed 2006 by 4bp.de: www.4bp.de, www.oltrogge.ws
Kesaksian saya (2) PDF Print E-mail
User Rating: / 3
PoorBest 
Written by Administrator   
Monday, 21 September 2009

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 A. Kesaksian saya (2)
      
       Setelah pertobatan saya pada bulan Maret 2007 itu, saya tidak menjadi ”super saint”, Tuhan memberikan kesempatan bagi saya untuk menyelesaikan studi saya. Betapa besar kasih Tuhan Yesus kepada saya, pada bulan Mei saya dinyatakan lulus sebagai dokter spesialis penyakit dalam (SpPD). Sambil menunggu pelantikan / wisuda, saya membantu para senior di bagian Penyakit Dalam RS disana dan juga mengawasi para residen (dokter yang mengikuti pendidikan / spesialisasi) Ilmu Penyakit Dalam. Saat itu ada beberapa hal yang saya rasakan, yaitu:

1. Saya merasa lapar dan haus akan kebenaran firman Tuhan. (Yes 2:1-5; 55:1,2; Amos 8:11; Mat 5:6)

2. Saya merasa sangat berbahagia, damai, aman dan sejahtera setiap kali beribadah di gereja: Maz 26:9 (saya pindah ibadah ke sebuah gereja di Jalan Teuku Umar di kota Denpasar). Hal ini tidak pernah saya rasakan sebelumnya, sewaktu saya masih di gereja saya yang lama. Di tempat yang lama, dengan denominasi yang sama dengan gereja yang saya ikuti sejak kecil di Jakarta, ibadah merupakan suatu rutinitas, yang kering, kaku dan membosankan. Saya mengikutinya karena turun-temurun keluarga kami beribadah disitu. Ibadah di situ diatur oleh liturgi yang sudah dipersiapkan sejak lama. Firman Tuhan yang disampaikan juga sudah direncanakan dalam suatu agenda tahunan.

       Penyampaian firman juga hanya seputar interpretasi dari denominasi tersebut ditambah interpretasi oleh hamba Tuhan yang berkhotbah. Mungkin secara theologia hal itu dapat dipertanggung-jawabkan, tapi buat saya penggalian akan makna firman Allah disitu terasa begitu dangkal dan hanya menyentuh akal budi saja, tidak menyentuh roh saya. Tidak ada spontanitas, semua serba kaku dan teratur menurut agenda dan tata ibadah / liturgi saja. Hal ini ditambah lagi dengan kurangnya hamba Tuhan disitu membuat contoh yang aktual dan up-todate dalam kehidupan sehari-hari. Saya sering mengantuk, melamun atau tidak dapat mengendalikan pikiran saya, yang melayang kemana-mana saat mendengar khotbah. Di waktu itu saya mengikuti ibadah hanya sebagai formalitas, kebiasaan dan untuk menyenangkan hati orang tua dan kerabat saya saja atau tidak mau dicap tidak taat, atau tak mau orang mempertanyakan Kekristenan saya. Tidak ada yang saya peroleh dari ibadah di waktu yang lalu tersebut. Saya datang dan pulang tanpa membawa sesuatu yang baru dan tertanam dalam diri saya, hampa dan kosong.                                                         

       Pengajaran-pengajaran yang saya terima di gereja saya yang baru benar-benar belum pernah saya dengar di gereja yang lama, padahal dulu saya sekolah minggu dengan rajin saat kecil dan telah di sidi / katekisasi. Yang jelas, saya kini mengerti bahwa dasar-dasar iman Kristen tidak tertanam dengan baik oleh pengajaran di gereja lama saya. Semua jemaat mungkin dianggap telah memiliki dasar Kekristenan yang sama (secara kwantitas dan kwalitas), sehingga pengajaran firman langsung masuk ”ke tengah-tengah”. Ibarat suatu bangunan, walaupun dasarnya belum tertanam dengan baik, tapi langsung dilakukan pengerjaan tahap lanjut. Fondasi belum kuat, tetapi sudah mendirikan kamar.
       INILAH KELEMAHAN KEBANYAKAN GEREJA / TUBUH KRISTUS DARI DENOMINASI PROTESTAN. Karena itu saya sangat rindu untuk membagikan yang Tuhan ajarkan kepada saya yaitu: DASAR-DASAR KEKRISTENAN (Luk 6:47,48; 1 Kor 10:3,4), kepada semua yang Tuhan tetapkan bagiku. Saya sangat yakin BAHWA SEBENARNYA BANYAK ORANG KRISTEN YANG TIDAK MENGERTI DASAR-DASAR KEKRISTENAN DENGAN BAIK. Seumpama suatu film, dan kita langsung masuk ketengah-tengah cerita, tentunya menyebabkan film itu tidak menarik. Paling-paling kita tahu: jagoannya akan menang, ooh pasti happy ending, pasti kebaikan akan menang melawan kejahatan. Begitulah pemahaman saya akan firman Tuhan waktu itu, sehingga firman Tuhan menjadi tidak menarik, bahkan mungkin ada kesombongan dalam diri saya: ”Yang ini, gue sudah tahu, ’kan begini..lalu begini...terus begitu...dan begitu toh ceritanya?” Bagaimana dengan anda, pernahkah anda merasakan hal yang sama dengan saya di waktu itu? Yang jelas buat saya saat itu ALKITAB = SEJARAH + TUNTUNAN MORAL + KUMPULAN HUKUM (Do’s dan Do not’s) SAJA. Hanya menyentuh akal budi. Hal ini mungkin terkait dengan theologia dari denominasi gereja saya yang lama itu bahwa di zaman ini Tuhan tidak melakukan hal-hal yang supra natural lagi, hanya memperbaharui akal budi saja, bukan roh (dengan mengacu pada Rm 12:2. Tetapi bandingkanlah dengan 1 Kor 2:4,5 & Ef 4:23). Janganlah kita lupa bahwa Injil adalah KUASA dan KEKUATAN ALLAH, karena INJIL adalah Firman serta kebenaran Allah (Rm 1:16,17) dan Firman Allah ialah Yesus Kristus dan Yesus Kristus adalah Allah (Yoh 1:1,2). Yesus Kristus dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30)

3. Saya mulai berdoa, memuji dan menyembah Tuhan serta membaca Alkitab dengan teratur dan rutin (per kitab). Misalnya membaca seluruh kitab Kejadian, ke empat Injil, kitab Mazmur, Ayub dan lainnya, dengan sangat berbahagia (Maz 1:1-3; 19:8,9) Saya BENAR BENAR HAUS DAN LAPAR AKAN TUHAN. Saya membeli buku-buku rohani Kristen dan membacanya siang sepulang dari RS dan malam. Puluhan judul buku saya baca. Berdoa - Memuji dan menyembah Tuhan - Baca Alkitab – Baca buku rohani. Saya juga mulai mempelajari firman Tuhan dari beberapa situs Kristen on line di internet. Saya bahkan kehabisan uang untuk membeli buku-buku itu dan meminta kirim uang dari keluarga di Jakarta untuk membeli buku rohani (tabungan saya sudah habis untuk biaya studi Penyakit Dalam) Disinilah saya baru benar-benar mengalami pengenalan akan Tuhan, bukan karena cerita orang tua, bukan karena tradisi, bukan hanya karena beribadah ke gereja saja, tetapi PENGENALAN PRIBADI AKAN ALLAH, KEAKRABAN DENGAN ALLAH (Yes 55:6; Yer 9:23,24; Maz 25:14; 27:8; Hos 6:6)

4. Hidup saya mulai berubah. Pelan-pelan saya mulai memiliki buah-buah Roh (Gal 5:22,23). Yang tadinya pemarah, sombong, kasar, sangat mengandalkan kemampuan diri sendiri (Yer 17:5-8), mulai diubahkan oleh tuntunan Roh Kudus. INI ADALAH PROSES yang PERLU WAKTU dan TERUS BERLANJUT SAMPAI SEKARANG (2 Kor 3:18; Ef 4:24; Kol 3:10). Saya MASIH JAUH DARI SEMPURNA, TETAPI SAYA MELUPAKAN YANG DI BELAKANG DAN BERLARI-LARI MENUJU PANGGILAN SORGAWI dan HANYA MEMANDANG KEPADA WAJAH YESUS KRISTUS (Flp 3:12-14; Ibr 12:1,2). Haleluya!

5. Timbul kerinduan untuk melayani (meyampaikan firman dan bersaksi kepada orang lain) Setelah kira-kira 2 bulan belajar firman, Tuhan menaruh dalam hati saya keinginan untuk melayani odan bersaksi untuk orang-orang sakit (Maz 22:23; 26:7; Yoh 15:27). Para orang sakit tidak hanya membutuhkan obat natural saja, tapi juga memerlukan obat supranatural sangat berkuasa yaitu firman Tuhan, obat yang menghidupkan (Yoh 1:1-4; 5:24-26,40; 11:25; 14:6; Maz 19:8,9). Manusia hidup dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Mat 4:4).

6. Dalam hikmat yang ditanamkan Tuhan di hatiku (Kis 13:2,3), maka saya meminta baptisan Roh Kudus, saya berpuasa sesuai kemampuan diri saya selama 40 hari, tidak makan lemak dan daging (= "Puasa Daniell"; Dan 1:11,12), hanya nasi dan protein nabati (kacang-kacangan dan sayuran). INGAT, INI ADALAH PENGALAMAN PRIBADI, BUKAN DOKTRIN DAN TIDAK BISA DI GENERALISIR. Masing-masing orang mempunyai panggilan pribadi sesuai apa yang Tuhan tetapkan baginya. Saya bahkan menambahkan 10 hari lagi karena adanya masalah lain dalam hidup saya yang saya ingin untuk diselesaikan oleh kuasa Tuhan. Beberapa waktu setelah masa puasa itu selesai, saya merasakan adanya kehangatan pada sekujur tubuh saya, terutama di daerah wajah dan kepala. Tapi sensasi rasa hangat itu belum menetap, hanya terasa oleh saya saat saya berdoa dan menyembah-Nya. Di tempat kost saya ada kipas angin yang sering saya nyalakan (anda mungkin tahu panasnya kota Denpasar), jadi saat saya merasakan kehangatan itu lalu diterpa angin dari kipas itu, terasa seperti rasa hangat memancar menyebar dari seluruh tubuh saya. Begitu sukacita dan damai sejahtera saat itu. Rasanya ingin terus seperti itu (Kis 2:3; 1 Kor 12:11). Haleluya! Sekali lagi, INI ADALAH PENGALAMAN PRIBADI BUKAN DOKTRIN
 
7. Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk melihat kuasa-Nya dan untuk mempraktekkan iman saya. Di gereja saya yang baru, puji Tuhan, saya mendapatkan pengajaran firman Tuhan yang baik, selain dengan khotbah, juga diberikan presentasi power point oleh Pdt Otniel Firmanyo. Pada suatu ibadah minggu, disebutkan akan datangnya seorang hamba Tuhan dari Ontario-Kanada, yaitu Rev DR Peter Youngren (http://www.peteryoungren.org) untuk acara BALI GOSPEL FESTIVAL 2007, suatu acara KKR Kesembuhan Ilahi di stadion Ngurah Rai, Denpasar, yang bersifat umum (tanpa memandang agama) serta gratis. Hati saya langsung melonjak-lonjak gembira (Yoh 12:26; Luk 12:37,38,43). Malamnya saya berdoa pada Tuhan, memohon izin Tuhan untuk bisa melayani disitu. Tapi berhubung gereja yang menjadi host dari acara itu adalah gereja lain, bukan gereja saya, maka saya tidak bisa menjadi panitia. Saya tetap berdoa, dan Tuhan mengabulkan itu. Tuhan mengizinkan saya untuk menyaksikan mujizat oleh kuasa-Nya yang tetap ada sampai saat ini, bukan berakhir pada zaman para rasul seperti yang diyakini oleh beberapa denominasi Protestan (Mat 28:20; Mark 16:17,18; Ibr 13:8). Pihak RSUP Sanglah Denpasar menyiapkan mobil ambulans, kalau-kalau ada yang sakit, mungkin ditakutkan karena orang berdesak-desakan lalu ada yang pingsan, padahal itu KKR kesembuhan Ilahi (ha..ha..ha..).
       Oleh seorang dokter koordinator ambulans itu, saya dihubungkan dengan ketua seksi kesehatan acara tersebut, seorang dokter spesialis anak, senior saya. Beliau sangat bergembira, karena seorang dokter spesialis bedah yang seharusnya bertugas di situ berhalangan hadir. Seksi kesehatan terdiri dari beberapa dokter umum dan spesialis serta perawat, dari berbagai denominasi Kristen, termasuk Katolik yang BERTUGAS UNTUK MENGKONFIRMASI, APAKAH KESEMBUHAN ITU BENAR-BENAR TERJADI ATAU HANYA EMOSI / HISTERIA MASAL SAJA
       Festival tersebut berlangsung 4 hari, dan sejak hari pertama, kami mengkonfirmasikan kesembuhan banyak orang, meskipun kami juga menemukan beberapa orang hanya ikut-ikutan merasa sembuh, padahal hanya histeria saja, tetapi JAUH LEBIH BANYAK YANG SEMBUH (Yoh 14:12-14).
       Pada hari kedua Tuhan menunjukkan kepada saya manifestasi dunia roh. Beberapa orang dari Bali, yang tidak mengenal Yesus Kristus, mengalami manifestasi roh jahat saat memasuki arena GOR, yang saat itu sedang melakukan pujian dan penyembahan. Mereka berteriak-teriak minta ampun, memberontak dengan sangat kuat lalu kejang-kejang dengan mulut berbusa seperti orang ayan (sawan/epilepsi). Panitia membawa ke tenda sie kesehatan. Seorang wanita Bali menggeram-geram. Saya dan anggota sie kesehatan yg lain, beberapa usher serta panitia-panitia yang lain, tidak sanggup menahan wanita itu dan menjadi panik, karena meskipun kami berteriak-teriak dalam nama Yesus, tapi ia tetap memberontak dan roh jahat itu tidak mau keluar dari tubuhnya, malahan dia meraung-raung dan bersikap mau mencekik kami. Seorang panitia membawa Pdt Yohanes dari gereja ROCK Lembah Pujian (Gembala sidang: Pdt Timotius Arifin) dan dengan santai, mantap dan suara yang tidak terlalu keras (tidak seperti kami yang berteriak dalam nama Yesus tetapi dengan nada marah dan ketakutan), Pdt Yohanes berkata: ”Dalam nama Yesus Kristus, malaikat Allah, tolong ikat dia!“ Dan puji Tuhan, perempuan itu meskipun tetap menggeram-geram dan mengaum serta kedua tangannya dengan posisi seperti singa mau mencakar kami, tak dapat bergerak dari tempatnya berdiri (bd: 1 Pet 5:8). Ia seperti terpaku di tanah. Lalu Pdt Yohanes menanyakan nama roh itu, yang mengaku nenek dari si wanita itu. roh itu menyahut dengan bahasa Bali yg halus, bahasa bangsawan, tetapi Pdt Yohanes tetap menanyainya dengan bahasa Indonesia dan akhirnya dijawab dengan bahasa Indonesia. Saat roh itu membandel dan tidak mau disuruh keluar, maka dengan penuh iman pendeta itu mengatakan: ”Aku mohon pada Allah agar darah Tuhan Yesus dipercikkan padamu!” dan roh itu menjerit-jerit (suaranya berubah-rubah, kadang suara nenek-nenek, kadang suara laki-laki. Ternyata ada 7 roh dalam tubuhnya saat itu) menjerit melengking panjang seperti melolong lalu keluar melalui mulut wanita itu, dan kemudian si wanita muntah-muntah. Selanjutnya dia dilayani oleh para usher dan konselor, lalu ia menjadi percaya kepada Yesus Kristus. Wanita itu menerima dan mengundang Roh Kristus kedalam hidupnya, mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya.
       Wanita itu lahir kembali (Mat 12:43-45: Yoh 3:3-8;  1 Pet 1:22). Seluruh keluarganya juga percaya dan menerima Yesus Kristus (bd: Kis 16:31) Wanita itu bisa dikuasai oleh roh jahat yang mengaku sebagai neneknya itu (INGAT DUNIA ORANG HIDUP DAN MATI TERPISAH OLEH JURANG YANG TIDAK TERSEBERANGI (Luk 16:19-26). YANG MENGAKU SEBAGAI NENEKNYA ADALAH rOH jAHAT. TIDAK ADA rOH ORANG MATI YANG BISA MENEMUI KITA!. INI ADALAH TIPUAN iBLIS, bapa segala pendusta: Yoh 8:44)) sebab wanita itu tidak dibaptis dan tidak didiami ROH KUDUS ALLAH seperti saudara dan saya karena ia berasal dari kepercayan lain. Meskipun kita lebih dulu menerima Kristus dari saudara-saudara kita di Bali, INGATLAH BAHWA YANG TERAKHIR AKAN MENJADI YANG TERDAHULU, JIKA KITA TIDAK TERUS BERTUMBUH DALAM KRISTUS, POKOK ANGGUR YANG BENAR (Mat 19:30; Yoh 15:1-8) 
       Tidak lama kemudian, dibawa masuk seorang wanita dari suatu denominasi Kristen yang lain, ia memakai kalung salib yang besar, dengan rantai manik-manik. Ia menjerit-jerit juga dan minta ampun. Tiba-tiba dalam hati saya ada suara yang mengatakan, kalung yang dipakainya itu adalah tempat masuknya roh jahat itu, lalu saya meminta agar kalung itu dibuka, tetapi konselornya membantah saya dan mengatakan biarkan saja, mungkin ia berpikir: itu toh kalung salib. Dengan contoh dari pendeta Yohanes tersebut, dengan tenang kami mengusir iblis itu. Syaratnya jelas, yang penting si ”pasien” menolak roh itu, lalu percaya serta menginginkan dan mengundang Roh Kristus ke dalam hatinya. Ketua seksi kesehatan saya, meskipun kelihatannya rohani, ternyata takut akan roh-roh jahat itu, lalu dengan gaya otoriter memerintahkan saya untuk keluar dari tenda, dengan alasan / rasionalisasi, bahwa itu bukan tugas sie kesehatan. Ternyata benar suara dalam hati saya, tak lama kemudian perempuan itu menjerit-jerit lagi dan kembali berteriak-teriak saat mendengar lagu puji-pujian kepada Allah. Saya masuk kedalam dan meminta konselor wanita membuka kalung salib itu pada wanita itu. Lalu kembali wanita itu dilayani dan mengundang Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Puji Tuhan dia bebas.
       Ternyata iBLIS TIDAK TAKUT KEPADA KALUNG SALIB atau ”AIR SUCI” SEPERTI DI FILM. Tetapi ia takut kepada orang yang memiliki Kristus dalam hatinya dan MENYADARI OTORITAS (KUASA YANG ADA DALAM DIRINYA) SEBAGAI WARGA KERAJAAN SORGA DIDALAM YESUS KRISTUS (Yoh 13:13,14; 15:7; Fl:p3:20; 1 Yoh 3:8; 4:4). Mungkin buat saudara-saudara dari denominasi Pentakosta, hal-hal yang saya sampaikan ini adalah hal yang biasa ditemui dalam setiap ibadah, tetapi untuk saya, yang berasal dari denominasi yang mengatakan bahwa iblis tidak ada di zaman ini karena sedang diikat, sehubungan dengan saat ini adalah masa pemerintahan 1000 tahun Kristus, dimana saat ini gereja sedang memerintah dunia (interpretasi mereka atas Why 20:1-6; theologi amilenialisme), maka hal ini adalah suatu pengalaman yang luar biasa yang memperteguh iman saya bahwa dunia roh itu ada dan bahwa TIDAK ADA SATU PUN YANG BISA MENGALAHKAN ROH KRISTUS (Flp 2:9,10). BUKANKAH INI BERARTI BAHWA KERAJAAN ALLAH TELAH DATANG KEPADA SAYA?! (Mat 6:10; 12:28)
       Lalu saya pegi ke suatu tempat di sekitar GOR itu dan menyendiri, berdoa dan berterimakasih kepada Tuhan karena diberi anugerah untuk melihat kuasa-Nya yang ajaib (Luk 10:21-24). Saat saya berdoa, saya merasa alam disekitar saya berwarna putih cemerlang dan indah dan rasa hangat itu mengelilingi saya dengan sangat kuatnya, lebih dari yang saya rasakan di rumah..Oh puji Tuhan..Haleluya!
       Banyak saya saksikan kesembuhan secara supra natural oleh kuasa Allah. Yang aneh ialah saat itu turun hujan gerimis di dalam stadion, lalu beberapa panitia dan hamba Tuhan, termasuk saya mencoba mempraktekkan iman (iman tanpa perbuatan adalah mati: Yak 2:26) dan menunjuk ke langit, menghardik hujan dalam nama Yesus, dan puji Tuhan, di sekeliling stadion hujan tetapi di dalam stadion, cuaca cerah. Rev Peter Youngeren sendiri tetap menyampaikan firman Tuhan, tanpa memperdulikan gerimis yang terjadi. Ia tahu ada banyak orang percaya yang mendoakan acara itu.  
       Setelah menyampaikan firman, maka Peter Youngren berdoa lalu mengajak orang untuk percaya kepada Yesus Kristus, minta ampun dosa / bertobat dan mengakui serta mengundang Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat Pribadinya. Puji Tuhan, banyak, mungkin ribuan orang menjadi percaya kepada Yesus Kristus. MUJIZAT TERBESAR TERJADI: KESELAMATAN DALAM YESUS KRISTUS. HALELUYA! HOSANA! GLORIA! (Luk 15:1-32). Rev Peter kemudian mengusir segala penyakit dalam nama Yesus Kristus, lalu ia menyampaikan bahwa barangsiapa yang percaya bahwa Tuhan Yesus telah menyembukannya, agar melakukan tindakan iman, misalnya bangkit dan berjalan dari kursi roda, yang memakai kruk/tongkat penyangga agar melepaskan tongkat itu. Puji Tuhan, kami melihat yang lumpuh berjalan kembali, yang buta melihat dan yang tuli mendengar lagi. Bahkan seorang wanita dengan tumor di payudaranya, seketika itu juga lenyap tumornya. Ia telah diperiksa oleh seorang dokter wanita.
       Jelas tidak semua disembuhkan, karena kesembuhan tergantung 3 hal:
A) Iman si penderita. Iman timbul karena pendengaran dan pendengaran akan firman Kristus. Jadi yang benar-benar menyimak dan mempercayai firman lalu menjadi beriman, itulah yang menerima kesembuhan (Mat 15:28; 18:41,42; 21:12; Yoh 9:35-39; Rm 10:17; Gal 3:5).
B) Iman si hamba Tuhan. Orang yang telah memberitakan Injil dan menerima baptisan Roh Kudus dengan karunia penyembuhan seperti Rev Peter Youngren, mengetahui betul otoritas dan karunia yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus kepadanya dalam rangka pemberitaan Injil (Yoh 14:11-14; Kis 4:28-31; Mark 16:15-20; Mat 28:18-20).
C) Kedaulatan Tuhan. Segala sesuatu di dunia, termasuk kesembuhan ádalah hak absolut Allah. Ia bermurah hati lepada siapa yang Ia kehendaki (Mat 8:2,3; Rm 9:15). Karena Ia tahu, apa yang akan terjadi pada hidup orang itu di waktu yang akan datang (Maz 139:13-17; Why 1:8). Hak ini mutlak milik-Nya, tak bisa diganggu-gugat oleh siapapun. Banyak orang non-Kristen sembuh, tetapi sebaliknya banyak juga yang menganut agama Kristen, tidak sembuh. INGAT, AGAMA TIDAK MENYEMBUHKAN. YANG MENYEMBUHKAN ADALAH IMAN DI DALAM KUASA YESUS KRISTUS! (Luk 8:43-48; Mark 10:46-52; 11:24; Yak 1:6-8; 5:16)
       Banyak orang, bahkan para hamba Tuhan, yang dengan skeptis dan sinis berkata: untuk apa kesembuhan Ilahi, yang penting ialah pertobatan dan keselamatan karena iman percaya kepada Yesus Kristus. Ada juga yang mengatakan untuk apa disembuhkan, misalnya pada pasien yang berusia 83 tahun, toh tidak berapa lama lagi orang itu akan meninggal (Ya Tuhan...!)
       Saya tidak mengerti MENGAPA ADA HAMBA TUHAN YANG BERSIKAPA BEGITU SINIS DAN APRIORI AKAN MUJIZAT KESEMBUHAN ALLAH DALAM NAMA YESUS KRISTUS?. BENAR BAHWA MUJIZAT TERBESAR IALAH KESELAMATAN DALAM YESUS KRISTUS, tapi BAGAIMANA IA AKAN PERCAYA DAN MENGAKU IMANNYA KEPADA KRISTUS BILA IA SAKIT BERAT, MENGALAMI NYERI HEBAT ATAU KOMA? TENTU IA HARUS SEMBUH DULU, KARENA PERNYATAAN IMAN HARUS DIUCAPKAN DENGAN MULUT!!! (Rm 10:9-14).
       Betul bahwa Injil memiliki kekuatan dan merubah akal budi serta menyentuh roh seseorang, tetapi apakah itu segera terjadi seketika? Kita yang sejak kecil percaya Kristus dan membaca Alkitab saja masih butuh waktu bertahun-tahun bergumul untuk bisa percaya keberadaan dan kuasa Tuhan Yesus, apalagi orang yang baru mendengar pemberitaan Injil. Bagaimana orang yang tidak mengenal Kristus bisa segera percaya kepada-Nya?, bagaimana ia segera mengerti bahwa Allah menjadi manusia dan Allah kita adalah satu dengan tiga pribadi yang berbeda dalam karya-Nya, kalau hanya dari pembaharuan akal budi saja? KALAU BEGITU APA GUNANYA TUHAN YESUS DAN PARA RASUL MELAKUKAN MUJIZAT DAN MEYEMBUHKAN ORANG? Setiap hamba diberi karunia Roh yang berbeda-beda dan KITA SEMUA BERHARGA DI MATA ALLAH. Hamba-Nya dengan karunia Roh untuk menyembuhkan sama berharganya dengan hamba yang diberi-Nya karunia untuk mengajar. Semua berasal dari Roh Allah yang sama: ROH KUDUS!!!
       Tuhan Yesus mengajar firman, memberitakan Injil dan melakukan mujizat penyembuhan dalam waktu yang bersamaan (Mark 1:21-34), demikian juga rasul Paulus meyebutkan bahwa Roh Kudus memberikan karunia natural, misalnya untuk mengajar dan menasehati dan karunia nubuat yang bersifat supranatural, pada satu pasal dan di bawah satu perikop yang sama di Alkitab (Rm 12:6-8). Artinya KARUNIA NATURAL DAN SUPRANATURAL SAMA-SAMA DIPERLUKAN, SAMA KUASANYA DAN SAMA-SAMA DIBERIKAN OLEH ROH  KUDUS UNTUK MEMBANGUN JEMAAT / TUBUH KRISTUS. JADI TIDAK ADA KARUNIA YANG LEBIH HEBAT DAN LEBIH UTAMA. KARENA ITU HAMBA TUHAN TIDAK USAH MENGEJEK ATAU MENGHAKIMI HAMBA YANG DIBERI KUASA PENYEMBUHAN (IRI?): Mat 7:1-5; Yak 4:2 atau BAGI ORANG YANG DIBERI KARUNIA MENYEMBUHKAN, JANGAN KEMUDIAN MEMBANGGAKAN DIRI (1 Kor 12:4-7,11; Rm 12:3-8; Ef 4:2-7).
       Dalam KKR itu ada juga yang berteriak-teriak karena merasa bahwa ia tidak sembuh dan mengatakan bahwa Peter Youngren tidak adil karena tidak menyembuhkannya. Orang seperti ini, bukan hanya dari golongan non-Kristen, banyak orang ”Kristen” yang juga mengira bahwa sumber kesembuhan ialah Peter Youngren. Mereka mengira bahwa Rev Peter adalah ”dukun sakti” (Kis 8:17-23; 14:8-14). Ada juga golongan penderita yang 'coba-coba' ”..Yaaahhh..hhh..dicoba sajalah, siapa tahu bisa sembuh, namanya juga berusaha, kalau tidak sembuh ya tidak apa-apa!”. Kedua Golongan peserta KKR yang seperti ini kebanyakan tidak sembuh.
 
       Jadi ada 3 golongan yang tidak sembuh:
a. Yang tidak mendengarkan firman sehingga tidak menjadi percaya.
b. Yang mengira bahwa hamba Tuhanlah sumber kuasa penyembuhan itu.
c. Yang mencoba-coba saja, tetap bimbang walau telah mendengar firman (Mark 11:23; Yak 1:6-8)
      
       Kalau melihat dari kaca mata iman, maka tidak akan ada ruginya, malah untung, jika seorang sakit mengunjungi KKR, karena ia akan dikuatkan imannya oleh kuasa Injil (Yes 55:11; Rm 1:16,17; 10:17; 1 Kor 12:4,5; Gal 3:5; 1 Tes 1:5). Yang menjadi masalah ialah sikap coba-coba yang artinya tidak percaya penuh (bimbang) kepada Allah. DALAM KKR KESEMBUHAN ILAHI MEMANG TIDAK ADA JAMINAN SEMBUH, KARENA SEMUA TERGANTUNG DARI IMANMU DAN TERGANTUNG KEPADA KEHENDAK SERTA KASIH KARUNIA ALLAH!!!.
Yang ada ialah jaminan mendapatkan berkat yaitu pengenalan akan Allah melalui firman-Nya (Hos 6:6; Yer 9:23,24). CARILAH TUHAN MAKA MUJIZATNYA PASTI AKAN TERJADI DALAM SETIAP ASPEK KEHIDUPANMU!  JANGAN HANYA MENCARI MUJIZATNYA SAJA (Yoh 6:2; Kis 2:38,39) dan yang kedua JANGAN MENGKULTUS INDIVIDUKAN (”MENYEMBAH”) HAMBA TUHAN. Peter Youngren hanyalah hamba Allah seperti saya dan anda dan karunia yang diberikan oleh Allah berbeda untuk masing-masing hamba-Nya (1 Kor 12:7,11; Ef 4:7,11,12).
       Demikianlah kesaksian saya tentang perubahan hidup saya (dalam pimpinan Roh Kudus) setelah kesembuhan dari Allah yang saya alami dan pengalaman pribadiku: MAKA SAYA MENJADI SAKSI BAHWA KUASA MUJIZAT ALLAH MASIH TERJADI DI ZAMAN INI DAN SAYA YAKIN HAL INI AKAN TETAP BERLANGSUNG, dan dunia roh yang tidak kasat mata memang benar-benar ada. Mungkin karena iman saya lemah maka Tuhan Yesus mengizinkan saya untuk mengalami hal-hal supra natural tersebut. Mungkin juga banyak dari kita yang imannya kuat, hanya dengan mendengar firman dalam ibadah raya seminggu sekali dan tanpa harus menyaksikan demonstrasi kuasa Allah, telah mengalami pembaharuan akal budi yang menjadikannya memiliki iman. Iman seperti ini jelas adalah iman yang sangat baik, jauh lebih kuat dari iman saya. Seperti dalam firman Allah ”Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh 20:29) Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kesaksian ini benar adanya. Haleluya! Hosana! Gloria! Amin! (Kesaksian berikut: pelayanan terhadap orang sakit yang di rawat inap di RS)
 
...Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." (Yohanes 15:27)
Last Updated ( Monday, 26 October 2009 )
 
< Prev   Next >

Newsflash

EMPAT (4) ARTIKEL ROHANI BARU
 
77. BERKAT & KELIMPAHAN - TUJUAN HIDUP KITA??
 
78. EMPAT HUKUM ROHANI-BAGI YANG INGIN LEBIH MENGENAL ABBA, BAPA DALAM KRISTUS
 
79. MANUSIA KRISTEN BERDASARKAN ALKITAB
 
 80. TERUSLAH BERHARAP DALAM TUHAN (NEW - 2/ 6 / 15)
 

Aqua Analog Clock

Who's Online

Vinaora Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday143
mod_vvisit_counterYesterday129
mod_vvisit_counterThis week736
mod_vvisit_counterThis month4031
mod_vvisit_counterAll328514
J.A.T. template series was designed 2006 by 4bp.de: www.4bp.de, www.oltrogge.ws