J.A.T. template series was designed 2006 by 4bp.de: www.4bp.de, www.oltrogge.ws

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register
Kesaksian saya (3) PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Written by Administrator   
Wednesday, 23 September 2009

A. Kesaksian saya (3)

      
       Pada kurun waktu diantara saat pertobatan saya dan saat saya melayani KKR Bali Gospel Festival 2007, Roh Tuhan menggerakkan hati saya untuk melayani para orang sakit yang dirawat inap di RSUP Sanglah, Denpasar-Bali. Saya sangat gembira, Allah telah lebih dulu mengasihi saya dengan memberikan anugerah keselamatan. Oleh kasih-Nya Allah mengampuni saya dengan mengorbankan Anak-Nya yang tunggal. Allah juga mengizinkan saya untuk belajar ilmu kedokteran dan tentunya semua itu harus saya berikan lagi kepada sesama manusia seperti yang telah diajarkan dan dilakukan oleh Tuhan Yesus (Mark 12:31; Yoh 10:17,18; 15:12,17; 16:27)
       Pada saat itu yang ada dalam hati saya ialah keinginan untuk melayani Dia. Saya tidak mempunyai pengalaman dalam hal pelayanan rohani, apalagi terhadap orang sakit yang dirawat di RS. Kehidupan rohani saya yang dulu ialah nol bahkan minus. Tetapi saya tahu bahwa ROH KUDUS AKAN MENGURAPI DAN MEMBERIKAN KEKUATAN KEPADA SIAPA PUN YANG TELAH DISELAMATKAN KRISTUS DAN BERSEDIA UNTUK MEMBERITAKAN INJIL (1 Yoh 2:27; 1 Kor 2:4,5; 1 Tes 1:5). Jadi secara duniawi modal saya hanya “nekad” saja. Saya baru 2 bulan bertobat dan mempelajari firman Tuhan hanya dengan modal membaca Alkitab secara rutin dan teratur, lalu belajar dari buku rohani dan internet serta dari khotbah dan pengajaran hamba Tuhan di gereja. Tetapi saya tahu bahwa Guru dari segala guru saya adalah Guru Yang Agung, yang mengilhami penulisan seluruh isi Alkitab yaitu Roh Kudus (Neh 9:20; Yes 11:2,3; Yoh 14:26)
       Sebelum melayani, saya berdoa seperti ini: “ Ya Bapa yang aku sembah dalam Tuhan Yesus Juru Selamatku. Puji syukur dan terimakasihku atas kepercayaan-Mu karena Engkau menaruh dalam hatiku kerinduan untuk melayani sesamaku secara rohani,. untuk menghibur dan menguatkan mereka dengan firman-Mu. Engkau tahu bahwa aku mau melayaniMu, tetapi Engkau pun tahu bahwa aku baru bertobat dan belum memiliki pengetahuan yang cukup akan firman-Mu. Oleh karena itu aku memohon urapan-Mu untuk pemberitaan dan pengajaran firman-Mu ini. Tanpa himat dan kebenaran, kuasa dan kekuatan dariMu ya Roh Kudus, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Karena itu ya Bapa, aku memohon agar Roh-Mu Yang Kudus memimpin aku. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa dan mengucap syukur. Amin!”
       Lalu sore sekitar jam 15.30-17.00, saya berjalan ke RS (tempat kost saya di belakang RSUP Sanglah, Denpasar). Saya masuk ke bangsal kelas 3 di bagian Penyakit Dalam, bangsal rawat inap untuk para pasien yang menggunakan Askes penderita miskin. Saya bertanya kepada para perawat dan dokter jaga serta melihat daftar nama dan identitas pasien. Saya memang memulai pelayanan kepada orang Kristen, berdasarkan pengertian saya bahwa perintah Tuhan Yesus untuk bersaksi bagi nama-Nya, dimulai dari Yerusalem lalu ke Yudea dan selanjutnya ke Samaria (Kis 1:8) ialah dimulai dari keluarga dulu (Yerusalem), kemudian kepada sesama orang Kristen (Yudea; termasuk yang denominasinya berbeda dengan saya) dan barulah ke orang-orang yang belum kenal Kristus (Samaria; orang yang berbeda kepercayaan dengan kita). Karena keluarga saya semua tinggal di Jakarta, maka saya langsung ke “Yudea” (ha..ha..ha..). Saya memang tidak mengalami kesulitan masuk ke RS karena semua petugas bangsal Penyakit Dalam mengenal saya. Saya masuk ke kamar bangsal itu, dimana 1 kamar diisi oleh 8 orang dan kamar mandinya diluar. Pasien dan penunggunya tidur bertumpuk-tumpuk di kamar yang luar biasa panasnya itu.
       Orang yang saya layani pertama ialah pria dari Indonesia Timur dengan penyakit yang secara ilmu kedokteran dapat disembuhkan (tifus abdominalis). Saya memperkenalkan diri dan mohon izinnya untuk melayani dia secara rohani lalu membacakan ayat-ayat firman Tuhan tentang kesembuhan dari penyakit, kemudian berdoa kembali bersama keluarganya sembari memegang tangan si pasien. Saya mau mempraktekkan iman bahwa orang yang percaya Tuhan Yesus Kristus akan meletakkan tangannya diatas orang yang sakit dan dia akan sembuh (Mark 16:15-20). Tak lupa saya memberikan nasihat-nasihat medis kepada si pasien dan keluarganya serta meminta kepada perawat dan dokter jaga untuk memperhatikan pasien itu (karena saya seorang dokter spesialis, jadi dianggap “boss” di bangsal itu..ha..ha..ha..). Mungkin anda ada yang berkata: ”ya jelas saja sembuh, kan cuma sakit tifus..!” Saudaraku, saya perlu sampaikan bahwa di sini saya memang bermaksud untuk melayani secara rohani, bukan secara jasmani. Hati si pasien yang ingin saya kuatkan, hiburkan dan menangkan dengan firman Tuhan! Kalaupun saya meletakkan tangan di atas orang sakit maka saya yakini itu sebagai tanda-tanda yang menyertai orang yang percaya kepada Yesus Kristus setelah saya memberitakan firman-Nya. Semua seperti yang tertulis dalam kitab Markus tersebut.
       Perlu kita ingat bersama bahwa KESEMBUHAN ORANG SAKIT, BAIK MELALUI JALAN ‘NATURAL’ (PENGOBATAN MEDIS): Mark 2:17 MAUPUN “SUPRANATURAL” (MUJIZAT ALLAH): Luk 9:1,2 HANYA AKAN TERJADI BILA ALLAH MENGIZINKAN KESEMBUHAN ITU TERJADI: Mat 8:2,3; Rm 9:15; Yak 4:15. Jadi sembuh atau tidaknya penyakit tifus (yang secara teoritis mudah disembuhkan) juga atas izin Allah. Sebaliknya, penyakit tifus juga bisa menyebabkan kematian jika Allah tidak mengizinkan kesembuhan itu terjadi! Karena itu, jika kita melayani orang sakit, jangan pernah mengukur atau menilai, ini penyakit yang biasa / tidak parah atau penyakit yang sudah parah / tidak tersembuhkan saja secara medis. LAKUKAN SAJA PELAYANAN DAN KERJAKAN HAL ITU SESUAI DENGAN FIRMAN TUHAN. MASALAH SEMBUH ATAU TIDAKNYA PENYAKIT ITU ADALAH HAK DAN KEDAULATAN TUHAN, BUKAN HAK KITA! Jadi jika ada orang melayani keluarga kita yang sakit dan mendoakannya lalu si pasien tidak sembuh, maka hal itu bukanlah kesalahan orang yang mendoakan: 2 Kor 6:2. Selain apakah sesuai kehendak Tuhan atau tidak, maka kesembuhan juga tergantung pada iman si penderita dan orang yang melayaninya (Mat 15:28; 18:41,42; 21:12; Yoh 14:11-14; selengkapnya dapat dibaca di kesaksian saya yang ke 2) Karena itu JANGAN BERHARAP KEPADA MANUSIA YANG MEMPUNYAI KUASA PENYEMBUHAN. KITA HANYA BERHARAP DARI TUHAN! (Yer 17:5-8; Ef 1:18-20; Kol 1:27).
       Kalau pun si pasien tidak sembuh secara fisik, bukankah firman itu akan mengajar dia untuk menyesali segala dosanya lalu bertobat dan mendapat keselamatan? (Mark 1:14,15; Kis 2:16-40; 8:35-38; 2 Tes 1:8; 2:13,14; 1 Pet 1:23; 2 Tim 3:16,17). Bukankah imannya dapat dikuatkan oleh firman? (Kis 13:48; Rm 10:17; 1 Kor 1:18) Bukankah itu akan makin memperbesar pengharapannya akan keselamatan dan hidup yang kekal di dalam Kristus? (Rm 1:16,17; Ef 1:13,14; 3:6; Kol 1:5; 1 Pet 1:3-5) Bukankah itu akan menghibur dia dan meningkatkan hubungan pribadinya dengan Kristus? (Maz 19:8,9; Yer 9:23,24; 1 Tes 4:18; 5:14) Inilah fungsi yang utama dari pelayanan rohani kepada orang yang sakit. Inilah perwujudan dari kasih terhadap sesama manusia. INGAT FIRMAN ALLAH TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI KEPADANYA DENGAN SIA-SIA DAN PASTI TERLAKSANA (Yes 55:11; Rm 9:6a,28)
       Setelah melayani pasien itu, saya menemui pasien yang lain lagi dan hari itu saya melayani 3-4 pasien lagi. Malamnya, sepulang dari RS saya berlutut dan berdoa dan bersyukur, karena Allah mengizinkan saya tanpa memandang status saya sebagai seorang dokter spesialis saya boleh melayani orang-orang yang miskin ekonominya. Bacalah Yohanes 13:1-20, dimana TUHAN YESUS MEMBASUH KAKI MURID-MURIDNYA DAN MENYEKANYA DENGAN KAIN LENAN (Saudara-saudaraku, tiap kali saya membaca ayat ini saya selalu menangis, terharu akan cinta kasih dan kerendahan hati Tuhan kita). Lalu siapakah kita ini dibanding Tuhan Yesus sehingga kita tidak mau melayani sesama?! (Mark 10:43-45; Flp 2:5-11). Setelah berdoa, saya kembali mempelajari firman Tuhan lalu menemukan ayat tentang penggunaan minyak urapan untuk dioleskan kepada orang sakit (Yakobus 5:14). Besoknya saya membeli minyak zaitun dan membawanya kepada penatua di gereja saya yang baru (baca kesaksian saya yang ke 2) dan bertanya tentang pengertian dari penggunaan minyak itu, karena disebutkan bahwa yang mengoleskan ialah penatua. Tetapi penatua itu menjawab bahwa minyak itu harus didoakan oleh gembala sidang kami, yang kebetulan sedang bertugas keluar kota, baru kemudian dioleskan oleh penatua. Karena harus menunggu lama, maka saya pulang dan membawa minyak itu dan mendoakannya sendiri. Mungkin saya salah, tetapi saya mohon ampun kepada Tuhan karena melakukan itu dan memohon berkat dan kuasa Tuhan Yesus melalui minyak itu. Banyak orang yang sakit yang memerlukan pelayanan kita dan saya yakin bahwa kita adalah imam, karena anda dan saya memiliki imamat yang rajani dalam Kristus Yesus  (1 Pet 2:9). Di RS Sanglah sebenarnya saya pernah melihat pelayanan yang cukup teratur dari beberapa pekerja gereja, tetapi entah kenapa, saya jarang melihatnya di bangsal orang miskin, mungkin karena tenaga terbatas maka pelayanan mereka tidak sampai ke bangsal kelas 3 itu.
       Esoknya saya melayani lagi dengan menyampaikan firman Allah, berdoa dan kepada beberapa orang yang sudah dibaptis tetapi belum lahir baru, saya mengajari mereka untuk lahir kembali, dengan mengundang Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya serta menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan Yesus (Yoh 3:3-8; 1 Pet 1:23; Why 3:20). Saya kemudian melayani bukan hanya di bangsal Penyakit Dalam saja tetapi ke seluruh bangsal yang merawat penyakit-penyakit lain dan juga ke seluruh kelas, bahkan sampai ke ruang VIP
       Sikap para pasien dalam menerima pelayanan rohani itu berbeda-beda, apalagi setelah tahu bahwa saya bukan pendeta atau pekerja gereja. Hal itu tidak menyurutkan semangat saya. Bukankah Tuhan Yesus sendiri sering ditolak orang? (Mat 5:17; 6:1-5) Mungkin mereka hanya segan karena tahu bahwa saya seorang dokter. Yang menyedihkan ialah BANYAK ORANG KRISTEN YANG SAKIT, TETAPI TIDAK MEMBAWA ALKITAB UNTUK DIBACANYA DI TEMPAT PERAWATANNYA. Seorang pasien pernah berulang-ulang menjanjikan kepada saya bahwa ia akan membawa Alkitabnya yang tertinggal di rumahnya, tetapi sampai beberapa hari tidak pernah ditepatinya. Akhirnya saya berikan kepadanya Alkitab saya. Pernah juga saya membelikan Alkitab untuk seorang anak miskin yang merantau dari NTT dan belum pernah mempunyai Alkitab selama ia tinggal di Bali beberapa tahun.
       Dalam pelayanan itu saya juga harus menjadi pendengar yang baik dari masalah-masalah kejiwaan pasien, bahkan berbagai masalah pribadi, misalnya soal suami yang kejam kepada istri, soal keluarga yang terpecah karena harta, sampai kepada orang yang menyatakan bahwa nasibnya menjadi “sial” dan ia mengalami sakit karena adik perempuannya menikah dan berubah menjadi Kristen Pentakosta (Ha..ha..ha..). Saya juga pernah marah, karena ada pasien yang ketika saya menyampaikan firman kepadanya, ia tidak memperhatikan, malah mengeluh soal pasien lain yang dirawat di sebelahnya. Saya mohon ampun pada Tuhan karena saya seharusnya tidak boleh marah, meskipun saat itu saya hanya menegurnya dengan nada suara yang ketus (Yak 1:19,20)
       Dari hikmat yang diberikan oleh Tuhan kepada saya melalui pembelajaran Alkitab, maka PENYEBAB PENYAKIT SECARA ROHANI ADALAH:
1. Dosa: Kej 3:16; Maz 38:4; 107:17; Ams 3:7,8: Yoh 5:14
2. Kelalaian, tidak pelihara tubuh: 1 Kor 6:19,20; Rm 12:1;Maz 38:6
3. Kutuk keturunan yang belum dipatahkan: Kel 20:5,6; Im 26:14-45
4. Tidak mengampuni dan minta ampun pada sesama: Yak 5:16; Mat 6:15
5. Hati yang marah, sedih dan tidak bersih: Ams 14:30; 15:17; 17:22; Yer 15:17,18
6. Kuasa gelap: Mat 9:32,33; 17:14-18; Luk 13:10-16
7. Pencobaan atau atas izin Allah, karena pekerjaan Allah yang ajaib akan dinyatakan dalam hidup kita: Ayb 1 & 2; Yoh 9:1-3

       Pada setiap pasien, saya tanyakan hal-hal penyebab sakit secara rohani tersebut, sambil menyampaikan firman Tuhan tentang kesembuhan oleh Yesus Kristus, serta berusaha untuk menghibur pasien dengan menceritakan berbagai cerita-cerita lucu.
       Pada seorang pasien wanita berusia sekitar 60 tahun dengan diabetes melitus, ketika saya tanyakan apakah ia memiliki dendam atau pernah menyakiti hati orang, lalu saya sampaikan firman tentang hal tersebut. Ia kemudian menangis (dan memanggil saya dengan: “pak pendeta”, meskipun saya sudah memperkenalkan diri saya sebagai seorang dokter yang mau memberitakan firman Tuhan, .ha..ha…ha..) Besoknya saat ia saya berkunjung lagi, ia menceritakan bahwa ia memang bermasalah dan lama tidak pernah menelefon adiknya, lalu malamnya ia menghubungi adiknya di Sulawesi dan meminta maaf. Malamnya ia dapat tidur dengan nyenyak dan dari pemeriksaan laboratorium, hasil gula darahnya turun ke nilai normal dan keesokan harinya, 2 hari setelah saya layani, ia diperbolehkan pulang. Haleluya! (Yak 5:16,17; Mat 5:23,24)
       Saya juga melayani saudara kita dari denominasi Kristen lain, yang ternyata sering sakit-sakitan karena ia menyimpan gigi neneknya, yang diambil dari kuburan, yang digunakan untuk “pelindung dirinya”(azimat) berdasarkan kepercayaan adat di daerah tempat tinggalnya (Ul 7:25,26; Yeh 13:17-2). Saat itu ia dirawat karena kelumpuhan total dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Secara medis penyakit itu belum diketahui sebabnya meskipun ia telah di ct-scan. Kami berdoa bersama mematahkan kuasa kegelapan itu dan malamnya keluarganya membakar gigi itu. Besoknya si bapak merasa sembuh dan bisa berjalan kembali meskipun masih harus dipapah perlahan.
       Seorang gadis Katolik pun saya layani, karena ada tumor yang berukuran sangat besar di perutnya yang memerlukan pembedahan. Puji Tuhan! Operasinya berhasil dan ia sembuh total.
       Seorang penderita dengan sirosis hati, mata kuning dan perut buncit berisi air (ascites) karena hepatitis B juga saya doakan dan olesi “minyak urapan” (yang saya doakan sendiri), saya anjurkan untuk mengikuti KKR Bali Gospel Festival (BGF), sayangnya saya tidak melihatnya di KKR itu. Apakah ia sembuh atau tidak, saya tidak tahu karena kemudian saya menjadi panitia BGF dan tidak memantau perkembangannya lagi. Yang penting buat saya ialah saya telah melaksanakan perintah dari Tuhan saya, Tuan saya, Raja saya. Titik! Di luar itu adalah perkara dan hak Roh Kudus. Kita tidak perlu memikirkan yang terlalu tinggi dan di luar kemampuan kita (Rm 12:3) karena hikmat dan kuasa Allah tak mungkin dapat kita jangkau (Rm 11:33)
       Dalam pelayanan kepada orang yang sakit, saya bertemu dengan beberapa pekerja gereja. Ada yang merasa terganggu dan ada juga yang terperangah melihat kenekadan saya, yang bukan pekerja gereja dan hanya memiliki pengetahuan yang minim secara duniawi soal Alkitab, tetapi saya cuek saja. Yang penting Tuhan tahu hati saya yang mau melayani-Nya, karena memang Tuhan yang memerintahkan saya untuk melakukan semua ini (Gal 1:15,16 )
       Sebelum saya berangkat kembali ke Jakarta, saya sempat menitipkan PELAYANAN ROHANI OLEH PARA DOKTER kepada junior / adik kelas saya disana, dan saya berharap hal ini akan berlanjut terus di RS Sanglah. Tuhan memerintahkan saya untuk memulai pelayanan ini, maka Ia juga yang akan memelihara dan menumbuhkannya (1 Kor 3:6-9; Yohanes 4:35-38)
       Demikianlah kesaksian saya ini yang tidak menceritakan tentang mujizat yang spektakuler seperti pada kesaksian-kesaksian lain, tapi MUJIZAT KASIH YESUS YANG MENGAJAR KITA UNTUK MELAYANI SESAMA (TERUTAMA DALAM HAL MEMBERITAKAN INJIL / PENGAJARAN FIRMAN TUHAN), KARENA IA TELAH LEBIH DULU MENGASIHI KITA DAN IA MEMERINTAHKAN KITA UNTUK MELAKUKAN INI KEPADA SESAMA (Yoh 13:12-15; 15:12-17; Rm 12:7,8, 9-21; 2 Kor 9:12,13; Gal 6:2-10; 2 Tim 4:2-5; 1 Yoh 4:7-21; 5:1-3)
 
       Krena itu saudara-saudaraku MARI KITA MELAKUKAN PELAYANAN KASIH DAN MEMBERITAKAN INJIL KRISTUS, KARENA TUHAN YESUS TELAH TERLEBIH DULU MELAYANI KITA. UNTUK PELAYANAN DAN PEMBERITAAN INJIL ITULAH KITA DIPANGGILNYA (Mark 1:14,15; Yoh 13:4-17; Rm 12:5-21; 2 Kor 9:8-13;  Gal 6:2-10; Kol 3:14,15; 2 Tim 4:2-5; 1 Pet 2:9; 4:10)
 
       Kesaksian ini benar adanya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Haleluya! Hosana! Gloria! Amin.

…..Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis 1:8)
Last Updated ( Sunday, 08 December 2013 )
 
< Prev

Newsflash

Aqua Analog Clock

Who's Online

Vinaora Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday121
mod_vvisit_counterYesterday156
mod_vvisit_counterThis week1275
mod_vvisit_counterThis month4497
mod_vvisit_counterAll216891
J.A.T. template series was designed 2006 by 4bp.de: www.4bp.de, www.oltrogge.ws